Selamat Datang di AnekaJudiOnline.com

 

untitled-1-e1453540806749-300x100

Home » Berita » Unik » Terkendala Administrasi, Ibu Gendong Jenazah Bayinya Naik Angkot
Terkendala Administrasi, Ibu Gendong Jenazah Bayinya Naik Angkot

Terkendala Administrasi, Ibu Gendong Jenazah Bayinya Naik Angkot

Pelayanan rumah sakit di Indonesia, khususnya untuk penanganan pasien bayi perlu mendapat sorotan lebih. Setelah kasus Debora, bayi yang meninggal lantaran tak mendapat pertolongan pertama di rumah sakit, mencuat ke permukaan. Kini muncul kasus lain yang tak kalah ironisnya.

Delvasari, salah seorang warga Gedung Nyapah, Lampung Utara terpaksa menelan pil pahit tatkala ia harus membawa pulang jenazah bayinya dengan menaiki angkot. Lantaran terdesak masalah administrasi, keluarga ini tidak menaiki ambulan untuk membawa pulang jenazah si kecil. Usut punya usut, masalah administrasi yang dimaksud adalah perihal permasalahan BPJS si bayi.

Diketahui, bayi berusia satu bulan 10 hari tersebut belum memiliki nama ketika dirujuk ke RSUDAM dan masih memakai nama ibunya. Sedangkan keluarga memakai fasilitas BPJS dan yang tercantum adalah nama ‘Berlin Istana’. Sedangkan yang terdaftar di RSUDAM bayi Ny Delvasari dan di kartu keluarga, nama bayi tersebut belum terdaftar.

Terkendala Administrasi, Ibu Gendong Jenazah Bayinya Naik Angkot

Tatkala ingin segera membawa jenazah anak tercintanya pulang, Delvasari tak menyelesaikan proses administrasi terkait dan memilih untuk pulang menaiki angkot. Hal tersebut diakui oleh ibu muda ini, “Putri saya dilayani dan dirawat sampai operasi. Tidak ada niat untuk menuntut. Tidak ada omongan rumah sakit enggak mengurusi pasien. Di rumah sakit hanya permasalahan BPJS-nya namanya lain. Keluarga ikhlas, memang ini sudah takdir,” katanya.

BACA JUGA → Remaja ini Pukul Ibu nya Karena Tidak Di Kasih Uang

Pihak keluarga pun menyatakan terima kasih atas kepedulian Gubernur M Ridho Ficardo yang mengutus tim ke rumah duka dan menyampaikan santunan. Namun buntutnya, karena kasus ini menjadi sorotan media, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSDUAM) Bandar Lampung harus mengambil tindakan tegas.

Seperti yang dilansir dari Merdeka.com, Direktur Umum RSUDAM, Ali Subaidi memutasi seorang perawat bernama Dwi Hartono ke bagian lain. Hal ini dilakukan karena salah satu tugas seorang perawat adalah mengecek dan memastikan jenazah diantar pulang menggunakan ambulans. Selain itu, dia juga masih menyelidiki simpang siur yang menyatakan bahwa adanya permintaan dana Rp 2 juta untuk menaiki angkutan ambulans kepada keluarga pasien bayi.

Apapun hasilnya nanti, semoga hal di atas menjadi cerminan bagi rumah sakit di seluruh Indonesia untuk memperbaiki pelayanannya.

x

Check Also

Prediksi Togel Singapura 13 November 2017

Prediksi Togel Singapura 13 November 2017

anekajudionline.com – Prediksi Togel Singapura hari Senin 13 November 2017. Selamat datang di www.anekajudionline.com kami akan ...